SELAMAT DATANG DI PKP-PK BANDARA INTERNASIONAL MINANGKABAU

buku tamu

Senin, Juni 29, 2009

EKSPEDISI MERAPI

PANTANG PULANG SEBELUM BERKIBAR

Minggu, 21 juni 2009, 6 Orang personil PKP-PK Bandara Internasional Minangkabau dan 1 orang teman sejawat melakukan ekspedisi pendakian ke Gunung Merapi yang berlokasi di daerah Padang Panjang yang berjarak 1 jam perjalanan dari pusat kota Padang.


dan ini sedikit cerita yang diambil dari catatan facebook salah satu anggota tim.

Story on merapi (21 juni 2009 s/d 22 juni 2009)

minggu, 21 juni 2009 pukul 12 siang kita ngumpul di mes tuk persiapan berangkat. Kita berangkat ada 7 orang, tommy, ade, agus, acilo, adi, acil & gua ndiri. Tujuan kita adalah menancapkan bendera PKP PK di puncak merapi.

Setelah pesiapan selesai, sekitar pukul 15.00 WIB kita berangkat meninggalkan mes menuju padang panjang, nyampe disana makan, istirahat bentar. Ba’da magrib kita mulai perjalanan menuju gunung merapi, be doa dulu sebelum berangkat. Brangkaaaatttttt…

Kita memilih berangkat malam supaya cape nya gak kerasa. Mampir bentar di pasangrahan, buang air kecil, trus perjalanan dilanjutkan. Ternyata cuaca sangat bersahabat, tepat pukul 21.00 WIB kita di hadiahi hujan lebat. Wow.. tendaaaaa.. langsung bikin camp. Perjalanan baru mencapai kaki gunung. Jam 23.00 WIB hujan mulai reda, perjalanan dilanjutkan.

Setelah dua setengah jam berjalan, kita menemui masalah, persediaan aer menipis, karena kita tadinya mo cari aer di atas aja (*nah lo..), perdebatan sengit terjadi disini. Tommy yakin sumber aer 1750 telah lewat. Gua, adi, tommy ma bintang turun ke bawah lagi, tapi keyakinan kita sumber aer udah jauh terlewatkan. Bisa mampus kita….
Ctt: kalo gak yakin buang hiu
Kita pun balik ke atas. Situasi mulai sedikit panik, pesimis, dan yakin banget kalo kita akan turun lagi dan menghentikan pendakian. Jam sudah menunjukan pukul 02.30 WIB. Tempat kita berhenti ini terdengar suara aer, tapi masalah lagi2 bersahabat, penerangan yang kita bawa uda mulai banyak yang redup. Melanjutkan perjalanan sama aja mati konyol. Keputusan di ambil :
KITA BALIK KEBAWAH MENGHENTIKAN PENDAKIAN..
wow fantastis, kekecewaan menghantui wajah2 penuh harapan, apalagi gua yang sangat ingin banget menginjakan kaki di puncak merapi. Gua sempat baca di poon ada tulisan “ Tuhan Bersama Orang2 Pemberani “, apakah kita pemberani dan Tuhan bersama kita ? satu pertanyaan yang sangat logis untuk pagi didihari ini. Persediaan aer uda benar2 habis. Wajah2 pesimis masih menghantui kita. Tapi tunggu bentar, otak bodo gua mulai bereaksi kena angin malam,
Otak bodo gua + angin malam + oksigen = ide cemerlang.
Tiba2 mulut gua digerakan oleh reaksi di atas
“ kita kan masi punya 2 biji Pocari Sweat di tas logistik “. Kalimat itu keluar, semangatpun kembali, wajah2 pesimis berubah jadi wajah2 penuh harapan. Ingat, kalimat itu keluar pukul 03.20 WIB. Ada yang ampe nangis, berpelukan, terharu, buang aer kecil, ketawa2 sendiri (*kalimat terakhir jangan di baca, pembodoan).
Ctt : Jangan lupa bawa pocari sweat jika anda berencana dilanda kebuntuan

Reaksi tersebut juga berefek samping akan berdirinya tenda, dan kita sepakat camp Hingga matahri terbit. Tenda berdiri pukul 03.40, yang kapasitasnya hanya 6 orang kita isi 7 orang. Kaki di kepala dan kepala di kaki, lanjut kita buka topeng dan kita menuju mimpi yang sempurna (*gak ngerti gua). Pakaian basah di badan, celana dalam juga ikut2an basah, kita tidur, wolopun gak tidur seutuhnya.

Taraaaaaaaaaa….
Pagi menjelang, suara kokokan monyet membangunkan gua ma tommy. Burung2pun menggonggong dengan merdunya. Kita nyalakan api unggun, panaskan badan, panaskan pakaian, celana dalam dan semua yang basah menjadi kering. Tak lama berselang semuanya pun bangun, gua, tommy ma acil mulai mencari suara sumber aer. Tak jauh dari tenda kami menemukan tanda2 kehidupan itu, jalannya terjal sangat, jurang banget. Demi semangat puncak merapi (* hati kecil gua ngomong, rugi kalo gak photo2 di puncak merapi), kamipun membawa aer ke atas. Yang lain menyiapkan semua keprluan untuk masak nasi dan mie. Gua jadi ingat iklan yang nempel di poon semalam “ Tuhan Bersama Orang2 Pemberani “.

Singkat cerita, setelah selesai makan kita lanjutkan perjalanan. Hanya logistik dan jas hujan yang dibawa, sisanya kita tinggal di tenda. Perjalanan masi setengah lagi menuju puncak. Jam menunjukan pukul 08.50. tas logistik di punggung, headseat di telinga mendendangkan lagu2 Superman Is Dead “ saat kita bersama “ dan “ we are the outsiders “ bikin semangat gua semakin membara. sepanjang perjalanan, moment2 menarik tak kami lewatkan untuk Photo2. ada satu hal yang mencuri perhatian gua sebelum menginjak cadas, ada seekor kucing yang hidup di puncak gunung ini. Kucing itu lagi menuruni gunung, mungkin mencari makanan di sisa2 camp. Mungkin kucing ini juga yang jadi inspirasi “ Duo Soldier Honor (DSH) “ tuk capai puncak (*wekekekkk… photo DSH ada tuh). Dan akhirnya sekitar pukul 11.40 kamipun sampai di puncak merapi. Bendera PKP PK pun berkibar dengan indahnya untuk pertama kali di puncak merapi.
Takjub banget. Allahuakbar…..

Cuaca sangat bersahabat. Puncak keliatan bersih sekali (*liat aja photo landscape gua yang sendiri), hanya sesekali di delimuti kabut. Kalo kita liat kebawah , maka kita akan Liat betapa kecilnya kita dan betapa takjubnya kita liat ciptaan Tuhan yang begitu besar dan indah. Ketakjuban gua gak sampe disitu, jalan yang kita lewati sebelum mencapai puncak, kiri dan kanan nya juga di hiasi dengan jurang2 dan hanya disisakan sekitar 1,5 meter untuk jalur menuju puncak. Allahuakbar

Sesi photo2 & video dimulaaaiiiiiiiiii……
Kemenagan di dapat, atas berkat rahmat Yang Maha Kuasa dan didorong oleh keinginan luhur maka kamipun photo2. menyempatkan melihat kawah dan Photo2 lagi… satu jam di puncak selain photo2 kami isi dengan makan2, minum kopi susu plus jahe. Satu jam berlalu, kamipun dengan berat hati meninggalkan puncak merapi. Tapi seberat beratnya hati, kamipun lebih memilih pulang karena takut kemalaman nyampe bawah, tanpa penerangan. C ya tugu abel, Edelwis (*mana?). dengan cucuran aer mata, kamipun turun kebawah tanpa melihat keatas (*ya iya lah goblokkk).
Sungguh pengalaman yang patut diceitakan pada anak cucu kelak. Aminnnn….

(Catatan Wilson Ilza)


Tim :
Berdiri ( kiri ke kanan ) :
  1. Bintang A.N;
  2. Aguspriadi;
  3. Arsil Azim;
  4. Ade Adinegara Army.
Duduk ( kiri ke kanan ) :
  1. Wilson Ilza;
  2. Tommy Pratama.
Adi ( Kamera )

Kamis, Juni 25, 2009

SIMULASI KENDARAAN FOAM TENDER DI SINGAPORE'S AVIATION ACADEMY

Sama hal dengan permainan Flight Simulator dan sejenis nya , sekarang sudah ada Foam Tender Simulator ini dikondisikan dengan sebenarnya mengendarai Foam Tender di wilayah bandar udara baik itu siang maupun malam.Simulator ini terinsal di Singapore's Aviation Academy (S.A.A) untuk mendekung progam program di akademi ini salah satu nya adalah Foam Tender Operations and Defensive Driving.Simulator ini dikembangkan oleh S.A.A bersama Chartered Asia Technology Enterprise, sebuah perusahaan berbasis Singapura yang mengkhususkan diri di bandara yang berhubungan dengan teknologi dan layanan.


Sebenarnya ini tidaklah suatu hal yang baru, sebelum nya juga sudah ada Fire Truck Driving Simulator dengan kondisi yang berbeda di akedemi lain. Semoga versi Software bisa beredar sehingga kita bisa mencoba simulasi tampa harus ke Singapura.